Generasi Muda Kunci Pembangunan Berkelanjutan

Keseimbangan antara ekonomi, sosial dan lingkungan dapat diterapkan melalui pembangunan berkelanjutan. Generasi muda merupakan kunci untuk pencapaian harapan pembangunan berkelanjutan tersebut. Demikian diungkapkan Menteri Lingkungan Hidup (MenLH) Gusti M Hatta, pada peluncuran acara Konferensi Internasional Anak dan Pemuda (TUNZA International Children and Youth Conference On the Environment ), di Jakarta, Kamis (15/9/2011).

Konferensi yang akan mendatangkan sekitar 1200 anak-anak dan pemuda dari seluruh dunia tersebut, akan dihelat pada tanggal 27 September – 1 Oktober 2011 di Bandung. 

“Generasi muda merupakan kunci bagi terwujudnya pembangunan berkelanjutan di seluruh belahan dunia termasuk di Indonesia. Mereka akan menjadi pemimpin dunia yang akan memperjuangkan keberlanjutan bumi yang satu ini,” ujar MenLH.

Konferensi International ini akan diikuti oleh anak- anak yang berumur antara 10-14 tahun, dan pemuda berusia antara 15-25 tahun.  Tujuan konferensi ini sendiri merupakan untuk meningkatkan kepedulian dan kesadaran generasi muda dunia akan pentingnya ekonomi hijau, hutan, lingkungan global dan konsumsi berkelanjutan.  

 “Semua itu dimulai dari gaya hidup yang ramah lingkungan seperti menanam dan memelihara pohon, hemat listrik, bersepeda serta memilah sampah,” lanjut Gusti lagi.

Dalam rangkaian Konferensi Tunza ini, Taman Hutan Raya Juanda di Babakan Siliwangi Bandung akan dicanangkan sebagai World City Forest. Kota Bandung terpilih dengan berbagai syarat kelayakan. Kegiatan yang mengangkat tema “Reshaping Our Future Through A Green Economy and Sustainable Lifestyle” akan digelar di Gedung Sabuga, Bandung.

Untuk menghadapi konferensi bersejarah ini, kota Bandung terus berbenah hingga saat ini. Salah satunya, dengan dibuatnya boardpath atau jembatan, sebagai pintu masuk ke hutan Babakan Siliwangi (Baksil) dari seberang Kampus Institut Teknologi Bandung (ITB). Jembatan tersebut nantinya akan mengambang setinggi tiga meter di atas permukaan tanah.

Lebih dalam Rasio Ridho Sani, Kepala Biro Perencanaan dan Kerjasama Luar Negeri Kementrian Lingkungan Hidup (KLH) menyatakan perhelatan konferensi tersebut merupakan bukti kepemimpinan Indonesia, peran serta di berbagai pertemuan internasional serta aktif dalam kerjasama di bidang lingkungan hidup.

“Konfrensi ini melibatkan anak dan pemuda. Isu yang diangkat yaitu Green Lifestyle, dan kami melihat, Bandung adalah kota lifestyle sepertinya tepat untuk penyelenggaraan ini,” kata Rasio yang akrab dipanggil Roy.

Ribuan peserta konferensi akan mulai datang ke Bandung mulai Senin (26/9/2011) nanti. Peserta dari Indonesia sendiri diprediksi ada sekitar 200 hingga 300 orang, yang mewakili anak dan pemuda dari seluruh provinsi serta berbagai organisasi kepemudaan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s