Mudik Sambil Melestarikan Lingkungan

Bulan puasa sebentar lagi akan berakhir. Berarti lebaran segera menjelang. Sebuah akhir dari perjuangan panjang, untuk menahan diri dan lapar. Sepatutnya kita bersyukur karena kembali bisa merayakan lebaran.

Kesucian Idul Fitri sebaiknya tidak dicoreng dengan kegiatan-kegiatan yang merugikan. Termasuk bila tidak mengindahkan beberapa hal yang bisa merusak lingkungan. Padahal dengan tindakan-tindakan kecil saja, ada banyak manfaat bagi lingkungan agar lebih lestari adanya.

Misalnya bila ingin mudik ke rumah orangtua atau saudara-saudara. Usahakan memilih moda transportasi yang lebih ramah lingkungan. Seperti bila rumah yang akan dikunjungi tak terlalu jauh, bisa memilih transportasi darat, tidak menggunakan pesawat. Karena pesawat menggunakan bahan bakar lebih banyak daripada kereta atau mobil.

Usahakan juga menghemat air selama di perjalanan. Upaya menghemat tersebut bisa lebih maksimal dengan membawa air dari rumah, ketimbang jika membeli di perjalanan. Apalagi air yang dibawa dari rumah sudah pasti dimasak sendiri, sehingga risiko terkena penyakit karena minuman yang buruk  mutunya, dapat dihindari.

Bila menggunakan kendaraan pribadi, usahakan tidak membuang sampah sembarangan. Apalagi jika sembarangan melempar sampah keluar mobil, karena selain merugikan untuk lingkungan, juga bisa saja lemparan tersebut terkena orang lain yang berada di luar mobil. Jadi sediakan tempat sampah yang cukup di dalam mobil dan buang segera sampah bila kotak sampah sudah terlalu penuh.

Rencanakan jalur perjalanan mudik dengan matang, supaya tidak terlalu membuang-buang bahan bakar, karena harus memutar-mutar akibat tujuan tak jelas atau tersasar di sebuah tempat. Maka persiapkan peta atau informasi-informasi penting yang sekiranya diperlukan dalam perjalanan. Dengan mempersiapkan semua hal tersebut, maka perjalanan bisa lebih efektif dan efisien.

Untuk makin mengefektifkan dan mengefisiensikan perjalanan mudik, usahakan tak ada ruang kosong tersisa di mobil yang dibawa. Mudik bisa dilakukan bersama-sama tetangga atau teman yang tidak memiliki kendaraan. Karena cara ini selain membuat biaya dapat ditanggung bersama, juga memaksimalkan energi yang dikeluarkan kendaraan.

Banyak lagi hal lain yang bisa dilakukan. Pada prinsipnya, makin meminimalkan polusi pada air, tanah dan udara di sepanjang lokasiperjalanan, maka niat mudik kali ini akan lebih terasa bermanfaat bagi semua. (Sulung Prasetyo)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s