Ban yang Membahayakan Lingkungan

Ribuan, atau bahkan ratusan ribu, atau bisa uga jutaan ban pelapis roda dibuang tiap tahun. Tergeletak begitu saja digudang, terhampar di kebun-kebun, dibakar, atau menjadi sarang paling nyaman untuk nyamuk berkembang biak.

Mungkin kita berpikir, ban-ban tersebut berasal dari karet. Jadi tak perlu khawatir bila harus dibuang begitu saja di halaman, karena akan didaur ulang secara alami oleh alam. Namun ternyata pengetahuan tersebut salah, karena ban
sebenarnya berasal bukan dari karet alam, tetapi sintetik, alias buatan manusia dengan menggunakan berbagai bahan kimia didalamnya.

Jadi biasadibayangkan bila, ban pelapis roda berbagai kendaraan tersebut sebenarnya mengandung bahaya tinggi untuk lingkungan. Apalagi bila ban tersebut harus dibakar, berbagai anasir kimia beracun seperti benzene atau karsinogen,  timbale, butadiene, styrene, dioxin dan furan bisa bertebaran di udara.

Untuk menghindari kerugian anasir-anasir kimia tersebut mencemari lewat berbagai cara, sebenarnya ada beberapa cara yang bisa dilakukan. Seperti yang urama adalah tidak perlu membakar ban bekas.

Bila ban belum rusak, jaga kondisi kualitasnya dengan cara mengecek selalu jumlah tekanan di ban roda. Pastikan tekanan selalu sesuai dengan jumlah yang direkomendasikan perusahaan pemroduksi kendaraan tersebut.

Kemudian cek juga sumbat roda tersebut. Pastikan sumbat tidak rusak atau bocor. Karena berarti bisa mempercepat proses keluarnya udara, dan memastikan ban lebih cepat rusak. Kemudian berkendaralah tidak selalu dengan kecepatan tinggi, guna menjamin kualitas roda tetap terjaga. Perhatikan pula cara memindah gigi dan mengerem. Latihlah selalu cara memindah gigi, dan mengerem dengan lembut, karena bisa membuat roda ban lebih awet kondisinya. Selain itu pastikan juga keseimbangan as roda pada posisi terbaik, serta jangan terlalu banyak membawa beban.

Selain memelihara ban, bila memang telah rusak ban bekas sebenarnya dapat digunakan kembali. Seperti untuk meja modifikasi, atau untuk pagar pembatas. Bisa juga ban dipergunakan sebagai pot tanaman. Dengan sedikit kreatifitas, ban
bekas bisa dijadikan tempat duduk, atau bahkan sandal jepit. (sulung prasetyo)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s