Yeah…Pernikahan William-Kate Peduli Lingkungan 

Ucapan selamat pantas diberikan kepada pasangan pernikahan keluarga kerajaan Inggris, Pangeran William dan Kate Middleton. Selain ucapan selamat karena akan memasuki hidup baru. Ucapan selamat tambahan pantas diberikan pada pernikahan gaya peduli lingkungan yang mereka lakukan.

Akhirnya, Jumat (29/4/2011) kemarin pernikahan Pangeran William dan Kate Middleton sukses digelar. Berlangsung khidmat, sekaligus menegangkan dan berakhir dengan haru biru masyarakat yang menyayanginya.

Dibalik kesukseskan acara tersebut, sebenarnya menyimpan banyak cerita, termasuk mengenai gaya peduli lingkungan yang diterapkan, mulai dari acara lamaran sampai menempati rumah baru. Banyak pelajaran yang bisa dipetik dari pernikahan bergaya hijau tersebut.

Sebenarnya pihak kerajaan Inggris memang memiliki kepentingan dengan gaya pernikahan tersebut. Setelah sebelumnya sukses dengan gaya pejuang ekologi (eco-warrior), yang diterapkan kala pernikahan Pangeran Charles dan Puteri Diana terjadi tahun 1981 lalu. Kini pangeran William, putera pertama Charles, yang juga cucu dari Ratu Elizabeth melangsungkan pernikahan dengan gaya hijau (green wedding) yang kental.

Mulai dari acara lamaran, Pangeran William sudah memilih sebuah cagar alam di Kenya. Pilihan lokasi tersebut menurutnya tepat, karena memiliki pemandangan yang luar biasa indah, dan sistem manajemen terhadap pengelolaan lingkungan yang terbilang sukses. Cagar alam di Kenya tersebut terbukti telah berhasil mengembangkan konsep ekoturisme, dengan perjalanan safari melihat satwa Afrika.

Maka pantas bila Pangeran William memilih lokasi tersebut, untuk melamar gadis pilihannya, Kate Middleton. Dan terbukti, karena kondisi dan suasana yang mendukung, Kate mau menerima pinangan Pangeran William.

Gaya cinta lingkungan, diteruskan melalui surat undangan pernikahan yang berasal dari kertas daur ulang. Forest Stewardship Council/FSC memberikan jaminan, bahwa kertas undangan tersebut memang berasal dari daur ulang dan memiliki standar secara internasional.

Tak cukup hanya itu, bunga pernikahan juga dipilih bukan berdasarkan keinginan saja, namun juga mempertimbangkan jumlah karbondioksida yang diperlukan untuk membawanya. Akhirnya dipilih bunga azaleas, rhododendron, euphorbias, beech, wisteria dan lilac. Tak lain karena bunga-bunga tersebut tumbuh hanya di Inggris dan tak perlu jauh-jauh membawanya.

Ketika pernikahan, juga terlihat kalau pohon-pohon tinggi besar berwarna hijau mendominasi altar samping dalam gereja. Pohon-pohon besar tersebut sebenarnya amat menakjubkan, karena tumbuh dan besar di dalam gereja. Keberadaan pohon-pohon itu sebenarnya tak lepas dari niat Pangeran Charles, yang mengadakan program untuk pembesaran pohon tersebut secara organik. Kini perjalanan untuk melihat pohon besar di dalam gereja bisa dilakukan dengan biaya tertentu. Kemudian biaya tersebut diberikan sebagian untuk berbagai program pelestarian lingkungan diberbagai belahan dunia.

Masalah makanan dan minuman juga dipertimbangkan dengan cermat. Diusahakan tidak memiliki dampak terlalu banyak bagi kerusakan lingkungan. Maka dipilih makanan yang ditanam dengan cara organik. Bahkan kue pernikahan berasal dari sumber makanan yang organik pula. Lalu untuk para pengunjung dari kalangan rakyat biasa, akan dijamu dengan minuman yang menggunakan kertas dengan bahan biodegradable. Dimana dengan bahan tersebut maka kertas yang digunakan akan hancur lebih cepat di tanah dari jenis sebelumnya.

Tak puas begitu saja. Para tamu undangan yang berada di jarak dengan dengan acara pernikahan, disarankan menaiki kereta api, ketimbang menggunakan pesawat terbang. Saran ini sebenarnya untuk mengurangi penggunaan pesawat terbang yang dikenal paling boros bahanbakar danpaling banyak mengeluarkan karbondioksida penyebab perubahan iklim.

Selain itu, para tamu juga lebih disarankan untuk menyumbang berbagai kegiatan pelestarian lingkungan, ketimbang memberikan uang dan hadiah-hadiah yang kadang kurang dibutuhkan pasangan pengantin tersebut. Menurut seorang peneliti laut yang juga pengamat dalam pernikahan hijau, Stephanie Wear, gaya pernikahan Pangeran William dan Kate benar-benar menjadi unik, ketika disarankan untuk menjadi donatur kegiatan pelestarian alam, ketimbang memberikan hadiah yang tak perlu.

“Itu langkah yang maju sekali. Terkadang memang banyak hadiah yang diberikan kepada pasangan pengantin tak sesuai dengan yang diharapkan, dan akhirnya hanya akan menjadi pengisi bak sampah saja,” imbuh Wear kepada kantor berita ABC, sebelum pernikahan berlangsung.

Pada acara pernikahan, gaya lingkungan itu berlanjut. Selain pohon-pohon besar didalam gereja. Pakaian pengantin wanita yang sederhana, sebenarnya berasal dari bahan-bahan tumbuhan organik juga. Selain pula bahan kain tersebut terbukti telah lolos dari sistem perdagangan yang merugikan pedagang kecil dan tradisional. Sementara pakaian Pangeran William diberitakan tidak sama sekali baru. Pakaian pernikahan tersebut merupakan seragam yang pernah dipakai sebelumnya. Jadi tidak membuang makin banyak penggunaan pakaian dari jenis yang sama.

Satu hal yang juga menarik, merupakan pilihan cincin perkawinan, yang berasal dari sumber yang ramah lingkungan. Cara mendapatkan barang tersebut berasal dari sistem perdagangan yang adil, melalui mekanisme Fair Trade.

Terdengar kabar, kalau pasangan tersebut juga tidak merencanakan bulan madu terlalu jauh dari rumah mereka. Dipilih daerah-daerah Inggris juga, yang konon tetap memiliki laut dan pulau-pulau kecil yang romantis.

Gaya hijau tersebut bahkan diteruskan hingga pasangan ini menempati rumah baru mereka, di daerah Herefordshire. Rumah dengan gaya kuno tersebut, telah direstorasi habis-habisan. Hasilnya sebuah rumah dengan sumber daya listrik dari matahari. Sistem pengairan yang teramat sangat menghemat air, dan menghindari rumah bangsawan besar, yang identik dengan kastil.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s