Mengurangi Sampah Daging

Bagi manusia, memakan daging merupakan kebutuhan, karena menjadi sumber mendapatkan protein dan lemak. Namun untuk mendapatkan kondisi lingkungan yang lebih baik, ada baiknya mengonsumsi daging juga memperhatikan apa efek buruk yang mungkin timbul.

Karena itu, perhatikan seksama jumlah daging yang ingin dibeli. Apakah sudah disesuaikan dengan kebutuhan? Jangan sampai malah dihambur-hamburkan, dan terbuang percuma. Jadi sebelum membeli, perhitungkan jumlah anggota keluarga yang akan memakan, dan jenis makanan yang akan diolah.

Memperhatikan jumlah konsumsi daging sangat membantu memperbaiki lingkungan, karena bisa mengefisienkan pemakaian pendingin atau kulkas. Dengan efisiensi pemakaian kulkas, semakin banyak pemakaian energi yang dapat diefisienkan.

Usahakan pula membeli daging yang tidak dalam kemasan, alias daging segar tanpa pembungkus. Dengan membeli daging segar berarti mengurangi jumlah pemakaian kemasan yang tak perlu. Mengurangi jumlah pemakaian kemasan juga berarti mengurangi jumlah sampah.

Perhatikan juga jenis makanan yang akan dibuat dari daging tersebut. Kalau bisa, makanan  yang bisa dihangatkan kembali beberapa kali. Jangan membuat makanan yang hanya sekali diolah, setelah itu basi.

Apabila sampah daging tak bisa dihindarkan, coba pikir ulang bila ingin membuang begitu saja. Mungkin bisa saja sampah daging dimanfaatkan untuk makanan binatang peliharaan.

Apabila terpaksa sekali, usahakan sampah daging tidak dibuang begitu saja ke tong sampah karena akan menghasilkan bau yang mengganggu lingkungan sekitar. Demi kebersihan udara di sekitar kita, upayakan sampah daging dipendam saja daripada dibuang begitu saja. (sulung prasetyo)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s