Pendaki Indonesia Capai Puncak Elbrus Sendiri

Pendaki gunung asal Indonesia Dody Djohanjaya berhasil mencapai puncak tertinggi  gunung Elbrus di Rusia seorang diri, Jumat (24/9/2010). Hal ini menorehkan prestasi baru bagi Indonesia, setelah sebelumnya puncak tertinggi benua Eropa tersebut berhasil didaki secara kelompok oleh tim Mahasiswa Pecinta Alam Universitas Indonesia (Mapala UI), Wanadri dan pembukaan jalur baru oleh Mahitala Universitas Parahyangan. 

“Sampe puncak jam 11 waktu rusia di percobaan ke2 pendakian. Setelah mendaki selama 8 jam lamanya. Kondisi cuaca bagus, angin kenceng bgt, sehingga suhu drop sampe min 7,” tulis pesan elektronik yang dikirimkan Dody, langsung dari Rusia ke Jakarta. 

Sebelumnya Dody sempat tertahan ketika mencoba pertamakali mencapai puncak Elbrus pada tanggal 23 September 2010. Dalam pesannya Dody menyatakan hanya sampai pada ketinggian 5200 meter diatas permukaan laut (mdpl). Masih kurang sekitar 400 meter lagi ke puncak. Menurutnya saat itu kabut terlihat tebal sekali. 

“Jarak pandang 7m, hujan salju dan angin kenceng, cuaca buruk, trek gak kelihatan semua serba putih, semua pendaki turun lebih awal gw coba mendaki 1jam, tapi krn bahaya akhirnya gw turun jg, besok (24/9 – red) dicoba lagi smg cuaca bagus,” pesan Dody, yang juga merupakan anggota Mapala UI tersebut, sebelumnya. 

Pada tanggal 21 September 2010, Dody mengabarkan sudah berada di Pestukov Rock, pada ketinggian  4800 mdpl. Menurutnya pada saat itu ia telah berjalan hampir 4-5 jam, dengan kondisi  trek yang berat. 

“Nanjak terjal, salju lembek, angin kenceng dan dingin, term -5 dc, di jam 10 pagi, air tumpah di rainmcoat langsung beku, ingus sampe berdarah, terus turun hujan salju, kayaknya ada yg masuk mata, padahal dah make google….hiks,” ceritanya. 

Tanggal 18 September 2010, Dody mengabarkan baru balik dr Dazzle Hut atau Priut di 4200mdpl. Menurutnya jalan didaerah tersebut terasa mendaki selama 6 jam. “So slowly, berat krn salju lembek, kepeleset-peleset terus. Snow cat, mobil salju menggoda, hilir mudik bawa pendaki. Lusa target ke Pastukov Rocks di 4800m terus balik lg ke Barrel Hut,” urainya. 

Pada tanggal 17 September 2010, Dody mengabarkan akan mendaki sendiri puncak Elbrus. “Gw coba pendakian solo, tanpa guide dan porter, gw bawa sendiri peralatan pendakian, makanan (snack) dan peralatan tidur dalam ransel besar seberat 35 kg. Gw hindari naik kereta kabel atau kursi lift mulai dari azau 1900, camp krugazan 2800, mir station 3300m dan camp barrel atau botski 3700m,” urainya.

“2 malam di barrel, besok coba mendaki ke pastukov rock di 4200m, turun lagi dan lusa turun lagi pake cable. Trek bebatuan licin dan runtuhan, makin ke atas bersalju licin, menambah berat pendakian dg ransel yg berat,” tambah Dody. 

Sebelumnya pada tanggal 14 September 2010, mengabarkan telah berada di Abudhabi, transit 8 jam, sebelum tujuan akhir Moscow.

“Rencananya saya mau melakukan pendakian Gunung Elbrus (5642m) di Rusia seorang diri. Kembali ke Jakarta 27 September 2010,” urai Dody melalui pesan pendek. 

Sebelumnya Mapala UI telah mencapai puncak Elbrus secara tim pada tahun 1990, dalam rangkaian Ekspedisi 7 Puncak Dunia. Kemudian dilanutkan oleh Wanadri pada tahun 2010 ini, yang kemudian diperbaiki oleh Mahitala Unpar melalui jalur baru 
Indonesia pada tahun 2010 juga.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s