Cara Atasi Limbah Minyak Goreng Bekas

Jakarta – Minyak goreng merupakan salah satu sembako yang kita gunakan setiap hari. Namun, minyak goreng bukanlah produk yang habis saat digunakan. Akibatnya, semakin banyak minyak goreng yang digunakan, semakin banyak limbah minyak goreng yang dihasilkan.

Ada sejumlah tips yang dapat dilakukan untuk mengurangi, membuang, dan mengatasi limbah tersebut agar tidak mencemari lingkungan. Pertama, kurangi penggunaan minyak goreng. Dari sisi kesehatan, terlalu banyak dan sering mengonsumsi makanan yang digoreng tidaklah bagus.

Gunakan alat masak yang hemat minyak goreng. Jika tidak dapat menghindari penggunaan minyak goreng ketika memasak makanan favorit, gunakanlah alat masak, misalnya penggorengan yang hemat minyak atau malah justru yang tidak memerlukan minyak sama sekali untuk menggoreng.

Jangan membuang minyak goreng bekas sembarangan. Hindari membuang minyak goreng ke saluran dan/atau badan air karena selain minyak goreng tersebut lama-kelamaan dapat membeku dan menyumbat saluran, limbah tersebut juga dapat mencemari air sehingga mengganggu ekosistem air yang ada.

Timbul pertanyaan, apakah minyak goreng bekas dapat didaur ulang? Yang paling baru, limbah minyak goreng juga dapat dijadikan bahan campuran untuk membuat bahan bakar biodiesel. Selain tidak ada lagi limbah minyak goreng (zero waste), hasil daur ulangnya dapat digunakan sebagai solusi ketergantungan kita terhadap penggunaan minyak bumi.

Jadi, daripada membuang limbah minyak goreng bekas sembarangan sehingga mencemari lingkungan, mulai sekarang, kumpulkanlah minyak goreng bekas di rumah. Jika sudah banyak, kita dapat menjualnya pada pihak berwenang di kota setempat yang menerima minyak goreng bekas untuk diolah menjadi bahan bakar biodiesel.

Jangan lupa menanyakan izin usahanya, apakah sudah mendapat sertifikasi dari Kementerian Lingkungan Hidup atau belum. Ini untuk menghindari terjadinya penyalahgunaan limbah minyak goreng yang kita jual.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s