Pemerintah Ubah Penilaian Adipura

Pemerintah melalui Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) berencana
mengubah komponen penilaian Adipura, melalui penambahan dua komponen baru di dalamnya. “Sebelumnya sudah ada dua komponen penilaian yaitu pengelolaan kebersihan dan ruang terbuka hijau. Nanti ditambah lagi dengan pengendalian pencemaran air dan pencemaran udara,” demikian papar Menteri LH Gusti M Hatta, di Jakarta, Kamis (26/8/2010).
Penambahan tersebut sendiri diharapkan membuat program Adipura akan lebih
kompetitif, serta menuju pada pencapaian standar kualitas lingkungan yang sesuai dengan persepsi masyarakat.

Maka itu wajar bila penerima penghargaan Adipura pada tahun-tahun berikutnya akan menurun. Mengingat makin banyak dan kompleksnya indikator penilaian.

Lebih dalam, Deputi I MenLH Hermien Roosita mengatakan kalau peran serta
pemerintah daerah dalam penilaian Adipura juga akan ditingkatkan. Kondisi
tersebut dilakukan mengingat salah satu masalah terbesar dari lingkungan
perkotaan yang dialami Indonesia menyangkut kapasitas aparatur pemerintah yang relatif kurang memadai dibandingkan dengan besarnya masalah lingkungan perkotaan yang harus dihadapi.

“Kurangnya kapasitas tersebut antara lain mencakup peraturan, pendanaan, organisasi, sumber daya manusia, dan keterpaduan perencanaan,” ujar Hermien.

Masalah lain merupakan partisipasi atau peran serta masyarakat dalam pengelolaan lingkungan perkotaan relatif masih rendah. “Kesadaran masyarakat tentang lingkungan hidup sudah meningkat, tetapi masih kurang proaktif untuk
mempengaruhi proses pengambilan keputusan politik yang berpihak pada pelestarian lingkungan,” imbuh Hermien.

Secara kelembagaan, penghargaan Adipura akan terdiri dari Tim penilai, tim
teknis, tim Pembina, tim pengarah dan Dewan Adipura.

Sementara secara mekanisme akan melalui enam tahapan proses. Pertama Sekretariat Adipura mengirimkan Daftar Isian/Kuesioner Non Fisik  ke Kabupaten/Kota, untuk diisi dan dikembalikan lagi dalam jangka waktu 3 (tiga) bulan. Kemudian Tim Penilai melakukan penilaian fisik dan non fisik kabupaten/kota. Tahap ketiga hasil penilaian diserahkan kepada Tim Teknis yang menjadi dasar pemeringkatan. Keempat, Tim Pembina melakukan pembinaan kabupaten/kota berdasarkan hasil penilaian yang diserahkan oleh Tim Penilai.  Thap kelima, hasil pemeringkatan diserahkan kepada Tim Pengarah dan Dewan Adipura untuk mendapat masukan dan saran untuk kemudian disampaikan kepada Menteri LH. Tahap terakhir Menteri LH memutuskan kota peraih Anugerah ADIPURA dan melaporkan kepada Presiden RI.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s