2022 Jumlah Harimau Berlipat Dua 

Dalam jangka waktu 12 tahun  ke depan, diharapkan keberadaan harimau bertambah dua kali lipat dari yang ada saat ini. Demikian salah satu hasil pertemuan Pre Tiger Summit Partners Dialouge Meeting, yang berlangsung di Bali hingga Rabu (14/7/2010) ini. 

Saat ini jumlah spesies harimau diseluruh dunia tersisa sekitar 3200 individu,  yang meliputi enam sub-spesies yaitu harimau Sumatera, Bengal, Amur, Indochina, Cina Selatan, dan Malaya. Sub-spesies yang ada di Indonesia, harimau sumatera, dengan populasi sekitar 400 individu, mewakili 12 persen dari total populasi harimau di dunia, menjadikan Indonesia sebagai negara kunci pengelolaan satwa tersebut. 

Selain menambah dua kali lipat populasi harimau, pertemuan tersebut juga menyatakan kesepakatan mengenai premis harimau merupakan satwa kunci bagi sehatnya sebuah ekosistem. Sehingga upaya konservasi harimau merupakan tugas dan tanggungjawab masing-masing-masing negara.

“Secara simbolis pemerintah Indonesia telah menunjukkan keseriusan dan komitmennya untuk melindungi satu-satunya harimau yang tersisa di Indonesia, yaitu harimau Sumatera, agar tidak punah seperti harimau Bali,” kata CEO WWF Indonesia Dr. Efransjah, usai acara penutupan. 

13 negara yang bergabung dalam kesepakatan ini yaitu dari Bangladesh, Bhutan, China, India, Indonesia, Kamboja, Laos, Malaysia, Myanmar, Nepal, Rusia, Thailand, dan Vietnam. 

Untuk kelanjutannya 13 negara tersebut akan bekerjasama dalam menangani masalah-masalah terkait harimau di lintas negara, termasuk memastikan terakomodirnya wilayah jelajah dan pengelolaan bersama kawasan konservasi harimau. Selain juga mendesak peningkatan upaya penegakan hukum guna mengurangi 
penyelundupan bagian-bagian tubuh harimau dan untuk memberantas perburuan liar. 

Serta mengidentifikasi dan meningkatkan upaya perlindungan habitat kunci bagi harimau, khususnya kawasan kritis tempatnya berkembang biak dan meningkatkan upaya perlindungan harimau dengan mengimplentasikan tim patroli secara sistematis di kawasan habitat harimau. Secara keseluruhan, rencana 13 negara itu diperkirakan akan membutuhkan dana sekitar US$ 356 juta untuk implementasinya. 

Pemerintah Indonesia melalui Direktur Jenderal Perlindungan Hutan dan Konservasi Alam (PHKA) Kementerian Kehutanan , Darori menyatakan juga rencana mereka dalam pengelolaan konservasi harimau. Salah satu yang diungkapkan Darori merupakan 
upaya perijinan pemeliharaan satwa harimau Sumatera dengan sistem sewa. 

“Masyarakat akan mengerti bila melihat hasilnya nanti,” kata Darori mengenai penyewaan pemeliharaan harimau tersebut. “Sekarang, setiap hari ada saja orang  yang ingin memelihara harimau,” urai Darori, pada pertemuan tersebut. 

Sementara itu Kementerian Lingkungan Hidup (KLH), melalui Deputi Bidang Tata Lingkungan  Hermien Roosita menyatakan perlunya koridor antar hutan konservasi di Sumatera disambungkan kembali. Sehingga daya dukung kehidupan satwa tersebut juga terjamin. Selain juga merupakan solusi terbaik, karena mengelola satwa 
tersebut langsung di alam, ketimbang dipelihara secara pribadi. 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s