Peningkatan Status Gunung Berapi Hal Biasa

Jumlah peningkatan status gunung berapi di Indonesia yang terus mendaki hingga Selasa (2/11/2010) ini, dianggap hal yang biasa. Mengingat Indonesia dikenal memiliki banyak gunung berapi di Indonesia. “Ini fenomena yang lazim dan biasa di daerah yang memiliki gunung api banyak seperti Indonesia,“ kata Kepala Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya
Mineral (ESDM), R Sukhyar.

Dianggap lazim lantaran tiap tahun memang sebenarnya banyak gunung berapi berada pada status waspada. Namun memang pada gunung-gunung tertentu yang memasuki tahap siaga atau awas akan diperhatikan lebih cermat, dan diberikan rekomendasi.

“Seperti gunung Krakatau, pada radius 2 kilometer sudah tidak boleh didekati, sekarang ini. Karena bisa terkena lontaran semburan pijar,“ papar Sukhyar.

Sementara pada gunung Papandayan, rekomendasi diberikan agar masyarakat jangan mendekati kawah. Di gunung Semeru yang sekarang berstatus waspada juga direkomendasikan agar masyarakat menghindari daerah bantaran sungai, sebab dikhawatirkan bisa terkena luncuran awan panas.

Hingga Selasa (2/11/2010), Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (BVMBG) mencatat ada 21 gunung berapi di Indonesia yang kini terus mereka perhatikan, karena mengalami peningkatan aktivitas.

Gunung-gunung tersebut merupakan Merapi yang masih berstatus awas, gunung Karangetang dan gunung Ibu masuk siaga level II. Sementara jumlah gunung berstatus waspada meningkat dari semula berjumlah 18 gunung hingga akhir minggu lalu, Selasa (2/11/2010) ini menjadi 19 gunung. Deretan gunung berapi berstatus waspada tersebut adalah Sinabung, Talang, Kaba, Kerinci, Krakatau, Papandayan, Slamet, Bromo, Semeru, Batur, Rinjani, Sangeangapi, Rokatenda, Egon, Soputan, Lokon, Gamalama dan Dukono masuk dalam tahap waspada level II.

Untuk menyikapi hal ini, masyarakat diminta tak perlu terlalu panik. Sebab bilamana kondisi gunung tersebut memang telah mencemaskan akan diinformasikan oleh pemerintah daerah dan lembaga yang terkait.

Sementara itu mengenai kaitan antara gempa bumi yang diperkirakan dapat memicu aktifnya gunung berapi, menurut Kepala Pusat Seismologi Teknik Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Suharjono menyatakan gempa tektonik dapat menjadi pemicu munculnya aktivitas vulkanik di daerah-daerah yang terletak pada lempengan yang sama.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s