386 Spesies Tumbuhan Masuk Kategori Kritis

Sebanyak 386 jenis tumbuhan masuk dalam kategori kritis, genting dan rawan. Untuk menyelamatkannya perlu penetapan spesies prioritas. “Penetapan spesies prioritas sangat penting untuk dilakukan agar konservasi dapat berjalan secara efektif,” ujar Deputi Bidang Ilmu Pengetahuan Hayati-Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Prof. Dr. Endang Sukara, di Bogor, Selasa (2/6/2009).

Sebenarnya menurut Endang apabila studi-studi yang lebih cermat dan intensif dilakukan, jumlah sebenarnya spesies tumbuhan Indonesia berkategori terancam kepunahan dipercaya jauh lebih besar dari angka tersebut. Namun spesies terancam kepunahan dalam daftar tersebut tidak mungkin seluruhnya dikonservasi sekaligus, mengingat keterbatasan dalam hal dana, tenaga ahli, dan waktu.

Sementara itu menurut Kepala Pusat Konservasi Tumbuhan Kebun Raya Bogor (PKT KRB) – LIPI, Ir. Mustaid Siregar, M.Si beberapa jenis spesies yang akan ditetapkan sebagai prioritas adalah Arecaceae (palem-paleman), Orchidaceae (anggrek), Nepenthaceae (kantong semar), dan Cyatheaceae (paku tiang). Kedepannya Mustaid berharap adanya sistem (perangkat lunak) untuk penilaian dan penetapan spesies prioritas tersebut.

Jenis Asing
Sebelumnya dalam perayaan Hari Keanekaragaman hayati, Kepala Puslit Biologi – LIPI Dr. Siti Nuramaliati Prijono menyatakan, Indonesia merupakan salah satu negara mega-biodiversity karena memiliki tingkat keanekaragaman hayati serta tingkat endemisme yang tinggi. ‘’Namun, Indonesia ternyata juga merupakan negara yang memiliki daftar terpanjang jenis-jenis keanekaragaman hayati yang terancam punah, bahkan banyak jenis yang punah sebelum diketahui nama dan potensinya’’, tutur Lili, panggilan akrabnya.

‘’Oleh karena itu dikenalnya Indonesia sebagai negara yang kaya dengan keanekaragaman hayatinya akan menjadi kebanggaan semu apabila Indonesia tidak memiliki kemampuan dalam mengelola secara arif untuk kepentingan masyarakat Indonesia khususnya, maupun dunia pada umumnya’’ paparnya.

Lebih lanjut Lili mengatakan, salah satu ancaman besar bagi keanekaragaman hayati di Indonesia adalah masuknya jenis ‘asing’ ke dalam ekosistem yang ada di Indonesia yang kemudian bersifat invasif dan mengganggu jenis-jenis asli dalam eksosistem tersebut. ’’Jenis ‘asing’ tersebut bisa berasal dari luar teritorial Indonesia, bisa juga dari dalam teritorial Indonesia tetapi berlainan kondisi ekosistemnya’’ jelasnya. Hal tersebut bisa terjadi mengingat kondisi geografis Indonesia yang memiliki beranekaragam ekosistem.

Invasif hayati oleh jenis-jenis asing saat ini telah disadari sebagai salah satu ancaman pada keberlangsungan keanekaragaman hayati dan ekosistem asli. Jenis asing invasif adalah jenis-jenis flora atau fauna, termasuk mikroorganisma yang hidup di luar habitat alaminya, tumbuh dengan pesat karena tidak mempunyai musuh alami, sehingga menjadi gulma, hama dan penyakit pada jenis-jenis asli. Sebagai kompetitor, predator, patogen dan parasit, jenis-jenis asing invasif ini mampu merambah semua bagian ekosistem alami/asli dan menyebabkan punahnya jenis-jenis asli. Dalam skala besar, jenis asing invasif ini mampu merusak ekosistem alami/asli.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s