Melihat Kenaikan Muka Air Laut di Google

Tiba-tiba semua berseru tertahan. Di peta, yang digambarkan perangkat lunak Google Earth terpampang jelas. Air laut makin lama makin naik. Sampai hampir keseluruhan kota Menado tertutup air sekitar 30 tahun nanti. Lalu terbayang di kepala, dimana rumah saya? Apakah akan tenggelam juga? Demikian paling tidak yang terpintas di benak hadirin saat melihat peragaan yang dilakukan tim Google Earth, di sela acara World Ocean Conference (WOC), Senin (11/5/2009).

Kini dengan kemampuannya, Google mampu melakukan prediksi kenaikan air laut tersebut. Tak hanya untuk wilayah Amerika Serikat (AS), bahkan wilayah-wilayah terpencil di Indonesia mampu diperlihatkan.

Pada paparan yang dilakukan Megan Goddard PhD, selaku Senior GIS Specialist dari Google memperlihatkan bagaimana kota besar seperti San Fransisco, akan tenggelam bila kenaikan muka air laut terjadi setinggi dua meter saja.

Lalu bagaimana dengan Hongkong, Jakarta atau Menado yang memiliki ketinggian jauh lebih rendah dari San Fransisco?

Seperti diperkirakan, Hongkong hanya akan tinggal sejarah, sementara Jakarta pada tahun 2025 saja bakal kehilangan sebagian besar wilayah pesisirnya. Di Menado seperti disebutkan pada awal tulisan ini, hampir tak ada tempat lagi di pesisir. Padahal dari peta yang terlihat di Google Earth, wilayah pesisir tersebut yang memiliki tingkat populasi terpadat.

Bagi anda yang penasaran tentang masalah ini, bisa saja mengecek ketinggian muka air laut dan prediksinya ini. Tentunya dengan memiliki dahulu piranti lunak Google Earth dengan mengunduhnya.
Apabila sudah bisa masuk, lalu cari tombol gallery. Kemudian bisa mengetikan kalimat climate change pada box pencarian. Maka akan terlihat beberapa program dalam penelitian mengenai muka air laut. Mulai dari yang dilakukan Badan Antariksa AS (Nasa), proyek-proyek lembaga swadaya masyarakat, hingga pekerjaan personal yang berkaitan dengan hal ini.

Untuk memudahkan, diantara deretan program tersebut, bisa langsung memilih program Sea Level Animation yang dimiliki oleh seseorang bernama Zoltan Buki. Maka akan terlihat gambar peta dunia dengan prediksi kenaikan air yang bisa dipilih. Mulai dari satu meter hingga lima meter.

Jika kita memilih Menado, maka akan terlihat kota Menado yang padat pada bagian pesisir. Terlihat pula pulau-pulau kecil di bagian utara. Termasuk Manado tua dan sebagainya. Ketika prediksi muka air laut dipilih tiga meter saja, terlihat sesuai dengan deret waktu, makin lama kota Menado akan tenggelam juga.

“Sebenarnya program ini dibuat untuk pembelajaran,” ujar Goddard.

“Selain juga bisa untuk memperkirakan lokasi strategis dan aman untuk tempat tinggal dan investasi,” tambahnya.

Hanya sayangnya, kemampuan tersebut kurang bisa dipergunakan oleh kalangan akademisi. Mengingat beberapa data yang kurang dianggap akurat. Dr Dirhamsyah MA dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) menyatakan hal tersebut usai melihat pemaparan, pada hari yang sama.

“Tingkat akurasi kurang bisa dipertanggungjawabkan,” papar Dirhamsyah. “Bagi kalangan akademisi, hal tersebut bisa fatal akibatnya,” imbuhnya lagi.

Sementara beberapa pihak lain menganggap pemaparan tersebut hanya upaya Google untuk menjual aplikasi mereka. Mengingat untuk mendapatkan manfaat lebih mendalam dari fasilitas tersebut, dibutuhkan mengunduh Google Earth Pro, yang harus membayar sewa sebesar US$ 400 pertahun.

Padahal menurut Goddard, dengan mengunduh secara gratis saja, banyak pengetahuan yang bisa didapat. Seperti bila hanya mampu mengunduh Google Earth 5.0, pengetahuan seperti prediksi kenaikan muka air laut dapat ditemukan. Sementara pengetahuan-pengetahuan lain yang terkait dengan kondisi lingkungan seperti Ocean Observation, Flooding, Whale Travel Tracks, Sea Surface Temperature, dan Geothermal Potency juga dapat  ditemukan. Jadi tinggal pilih, mau secara mendalam tapi bayar, atau gratis tapi banyak menambah wawasan juga. (sulung prasetyo)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s