Tanpa Antisipasi Bumi Bisa Tenggelam

Pengaruh perubahan iklim pada kelautan makin menunjukan bukti. Untuk mengantisipasi hal tersebut perlu dibuat kebijakan. “Keselamatan global terhadap kelautan yang dipengaruhi oleh perubahan iklim harus dilakukan. Jika tidak, maka bumi bisa tenggelam,” ujar Menteri Kelautan dan Perikanan, Freddy Numberi, pada pembukaan World Ocean Conference (WOC) 2009, di Jakarta, Kamis (26/2/2009).

Sampai saat ini untuk membahas keselamatan global tersebut, kemudian diadakan konsultasi informal dengan agenda memantapkan draft Manado Ocean Declaration (MOD), yang diikuti 42 negara.

“Rencananya nanti pada saat penyelenggaraan WOC dilaksanakan, maka 121 negara yang hadir disana bisa menyepakati, dan akan menindaklanjuti dengan rencana aksi dan implementasi aksi,” tambah Freddy.

Kegiatan utama WOC sendiri akan dilaksanakan di Menado, tanggal 11 – 15 Mei 2009 nanti. Tema yang diangkat merupakan Perubahan Iklim dan Kelautan, sementara topik mengenai Dampak Perubahan Iklim pada Kelautan dan Peraturan Kelautan mengenai Perubahan Iklim.

Sebelumnya Freddy sempat mengemukakan belum adanya kebijakan mengenai kelautan di Indonesia. Ironis menurutnya, mengingat Indonesia merupakan salah satu negara kelautan terbesar di dunia.

Sementara itu menurut Jatna Supriatna, Direktur Eksekutif Conservation International Indonesia, pada peluncuran buku mengenai ‘Melestarikan Alam Indonesia’, di Kampus Universitas Indonesia (UI) Depok, Rabu (25/2/2009) malam menyatakan beberapa masalah utama keragaman hayati kelautan.

“Secara keseluruhan permasalahan konservasi ikan yang berhubungan dengan kegunaannya dalam akuakultur adalah rusaknya habitat asli, spesies terancam, pengelolaan gen, introduksi spesies dan domestikasi,” urai Jatna.

Sementara solusi yang bisa dikemukakan mengenai upaya restorasi. “Restorasi adalah pemulihan kembali fungsi dan keaslian habitat. Restorasi mutlak diperlukan untuk mendukung keutuhan populasi ikan,” ujarnya.

Memang tidak semua habitat bisa direstorasi, menurutnya, yang diperlukan hanya menjaga keaslian habitat ikan tersebut. Dalam mendukung hal ini maka diperlukan kekuatan aspek legal, aspek sosial, dan aspek teknis.

Koleksi berupa penyimpanan jenis-jenis terancam, harus makin kerap dilakukan. Karena dengan upaya tersebut selain bisa mengamankan salah satu spesies dari potensi kepunahan, juga bisa mengembangbiakan sistem budidaya yang menguntungkan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s