Pemulihan Pencemaran Laut Raja Ampat Tak Diindahkan

Meskipun penyebab pencemaran lingkungan oleh perusahaan penambangan nikel PT Kawei Sejahtera Minning (KSM), di wilayah Raja Ampat Papua telah ditutup. Dampak pencemaran dari aktivitas penambangan tersebut masih terasa  hingga kini. Diperkirakan dibutuhkan waktu puluhan tahun untuk memulihkan wilayah konservasi tersebut.

Demikian diungkapkan Direktur Eksekutif Conservation International Indonesia (CII), Jatna Supriatna, di sela acara pameran 150 tahun Perjalanan Lapangan dan Penemuan Teori Evolusi Wallace di Nusantara, Rabu (19/11/2008).

“Sekarang belum ada tindakan apapun yang dilakukan untuk memulihkan wilayah laut Raja Ampat yang terkontaminasi penambangan nikel beberapa waktu lalu,” urai Jatna.

Semenjak kasus penutupan PT KSM, tidak ada satupun proses pemulihan yang dilakukan. Hal ini lantaran baik pihak pemerintah, ataupun perusahaan tidak ada yang bisa dimintai pertanggungjawaban. Hingga November ini dampak kontaminasi buangan limbah eks penambangan nikel tersebut memang belum terasa. Namun ditakutkan ketika arus laut berubah arah, dampak kontaminasi tersebut mulai terasa akibatnya.

“Rencananya akan dibiarkan secara alamiah wilayah tersebut kembali normal seperti dahulu,” tambah Jatna lagi.

Dengan proses alamiah seperti tadi diperkirakan akan memakan waktu puluhan tahun, agar wilayah tersebut kembali pulih.

Kenyataan tersebut juga disayangkan oleh Sangkot Marzuki, selaku Presiden Akademi Ilmu Pengetahuan Indonesia (AIPI), pada kesempatan serupa. “Padahal wilayah tersebut merupakan salah satu wilayah penting, bukti bahwa kekayaan hayati dan ekologi Indonesia yang mampu menstimulasi pemikiran beberapa ilmuwan kaliber dunia,” paparnya.

Salah satu bukti dari ucapannya merupakan kegiatan yang pernah dilakukan Alfred R. Wallace, sekitar 150 tahun lalu di pulau Waigeo Papua. Dimana dari pulau tersebut Wallace menemukan berbagai spesies penting, yang hanya ada di wilayah tersebut. Melalui berbagai aktivitas penelitian disekitar timur Indonesia termasuk Sulawesi, Papua dan Kalimantan tersebut Wallace kemudian dikenal sebagai salah satu pelopor lahirnya ilmu evolusi, bersama Charles Darwin.

Perusahaan KSM sendiri ditutup semenjak gencarnya kasus kontaminasi di area konservasi Raja Ampat dibuka awal tahun silam. Pada kisaran Maret 2008, kapal MV Jinfeng yang memuat nikel dari perusahaan tersebut ke beberapa negara Eropa ditangkap, karena disinyalir tak memiliki dokumen lengkap. Hingga kini kasus tersebut masih dalam proses. Sementara itu PT KSM yang terletak di pulau Kawei, yang merupakan bagian dari gugusan kepulauan Waigeo, saat ini dinyatakan telah ditutup pula.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s