Indonesia Kirim 92 Delegasi ke Pertemuan Perubahan Iklim di Polandia

Pertemuan lanjutan mengenai perubahan iklim kembali akan dilakukan di Potznan Polandia, akhir tahun ini. Dalam kapasitasnya sebagai tuan rumah sebelumnya,

Indonesia memiliki nilai riwayat penting dalam pengambilan keputusan selanjutnya.Namun 92 delegasi RI yang rencananya akan dikirim ke Polandia diklaim tidak memenuhi kaidah sektoral, dan menimbulkan pertanyaan tentang kapasitas para anggota delegasi tersebut.

Demikian diungkapkan Fitrian Ardiansyah dari WWF Indonesia, selaku advisor dari delegasi RI, Rabu (19/11/2008) pagi
ini, sebelum acara Diskusi Publik mengenai “Indonesia dan Perubahan Iklim: Posisi Negosiasi Indonesiaand Kebijakan Dalam Negeri untuk Perubahan Iklim”.

“Sebenarnya yang harus dilakukan oleh Indonesia adalah fokus terhadap hasil dari Bali Action Plan, tahun lalu. Apakah hasil Bali kemarin bisa dijembatani pada pertemuan di Potznan dan digawangi sampai Copenhagen 2009 nanti,” urai Fitrian.

“Harus dipastikan dengan jumlah delegasi sebesar itu, apakah semua komponen bisa digawangi dengan sukses,” analisa Fitrian. “Selain juga kepentingan kapasitas dari para anggota delegasi tersebut,” paparnya. Padahal menurutnya jumlah delegasi bisa dirampingkan melalui fungsi sektoral dari isyu yang perlu dikedepankan.

Fitrian juga menyarankan agar Indonesia fokus terhadap visi bersama dari pertemuan tersebut, yaitu pengurangan emisi. Karena tanpa pengurangan emisi, kejadian dan dampak perubahan iklim akan terus terjadi.

Untuk Indonesia sendiri, dampak tersebut akan terasa beratnya, mengingat banyaknya kepulauan di nusantara. “Maka perhatian terhadap adaptasi menjadi penting,” paparnya.

Masalahnya pendanaan pada sektor adaptasi memang terasa kecil. Mengingat hanya dialokasikan sebesar 2% dari program mekanisme pembangunan bersih (Clean Development Mechanism/CDM) yang disetujui.

Sementara sisi yang lain Indonesia terus disalahkan, lantaran menimbulkan kebakaran hutan yang asapnya disinyalir menyebabkan makin tingginya angka penumpukan karbondioksida penyebab pemanasan global di angkasa. “Pemerintah juga seharusnya mampu melihat masalah ini menjadi peluang melalui program pengurangan emisi dari deforestasi dan degradasi hutan (REDD-red),” tambah Fitrian.

Di lain pihak, Agus Purnomo selaku Ketua Harian Dewan Nasional Perubahan Iklim (DNPI), Selasa (18/11/2008)  menyatakan kebenaran keputusan pemerintah Indonesia untuk mengirim92 delegasi untuk ke Poznan. “Dari 92 delegasi tersebut, hanya terdapat 15 negosiator,” urainya melalui pembicaraan via telepon.

Sementara mengenai rencana kertas posisi Indonesia dalam pertemuan tersebut, menurutnya baru akan dibicarakan dalam waktu dekat ini. Sehingga belum ada keputusan apapun mengenai kertas posisi tersebut.

Menurut beberapa sumber yang terpercaya, disebutkan paling tidak pemerintah menganggarkan sebesar US$ 60.000,- untuk tiap anggota delegasi. Padahal menurut Fitrian, ia hanya membutuhkan dana sebesar US$ 5.000,- untuk keseluruhan kebutuhan di Poznan selama dua minggu.

Bali Action Plan sendiri berhasil merumuskan beberapa rencana mengenai adaptasi, mitigasi, pengurangan emisi, teknologi transfer dan pendanaan. Semua keputusan tersebut akan diteruskan pada Konferensi Para Pihak (COP) Perubahan Iklim ke -14 akan berlangsung di Potznan, Polandia 1-13 Desember 2008 mendatang.

Perundingan mengenai perubahan iklim di tingkat internasional masih belum menyepakati secara substansial besar reduksi emisi penyebab gas rumah kaca (GRK), yang akan dikurangi oleh negara-negara maju. Amerika Serikat (AS) sebagai penyumbang emisi GRK terbesar dari kelompok negara maju, hingga kini masih menunda komitmennya dan tetap mendesak agar India dan China juga ikut masuk dalam komitmen pengurangan emisi GRK.

Kajian Panel Antar Pemerintah untuk Perubahan Iklim (Intergovernmental Panel on Climate Change /IPCC) tahun 2007, menunjukan bahwa untuk menghindari kenaikan temperatur rata-rata sebesar 2 derajat celcius, diperlukan pengurangan emisi 25-40 persen dari jumlah emisi tahun 1990 pada tahun 2020. (sulung prasetyo)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s