Bersiap Perang Lewat Teknologi Diorama

Salah satu model peperangan yang harus dihadapi masa depan, merupakan model peperangan di dalam kota. Dalam konteks ini, bahkan negara sekaliber Amerika Serikat masih kekurangan dalam pengalaman. Menyadari hal itu, dibuat diorama, olahan komputer yang menyerupai kota-kota di dunia. Jangan kaget kalau ternyata kota Jakarta, masuk di dalamnya.

Pengalaman memang sangat berbicara. Salah satunya merupakan pengalaman berperang. Tiap – tiap peperangan, meskipun menyedihkan, selalu meninggalkan pengalaman berharga.

Buat negara-negara yang banyak menggunakan senjata sebagai jalan keluar. Peperangan kemudian menjadi alat pertahanan yang tak dapat diremehkan. Sesuai juga dengan perkembangan jaman, peprangan kemudian berkembang menurut kebutuhan.

Seperti pengalaman AS misalnya, dalam perang terakhir di daerah Irak, mereka menyadari bahwa peperangan menjadi makin berbahaya ketika dilakukan di dalam kota.

Seperti keadaan yang sekarang mereka hadapi. Peperangan di dalam kota Irak, guna tetap mejaga perdamaian disana, jelas malah membuat banyak tentara mereka tewas disana.

Menyadari hal itu juga Komando Angkatan Bersenjata AS (JFCom), bekerjasama dengan Departemen Pertahanan, baru-baru memutuskan menggelontorkan sejumlah US$ 195.000 untuk sebuah eksperimen pembuatan diorama perang dalam kota melalui program komputer.

“Dengan kata lain, replica diorama ini sebagian tetap merupakan resiko, sebagian lagi mirip permainan video games berjudul The Sims dan sebagaian lain merupakan program superkomputer yang belum pernah ada duanya didunia ini,” ungkap Kepala Penelitian, Jim Blank.

Program ini sendiri kemudian dikenal dengan nama sandi ‘Urban Resolve’. Dimana para prajurit akan dilatih, dalam diorama perang dalam kota. Meskipun fenomena tersebut virtual, namun paling tidak para prajurit kini memiliki banyak prosedur dan pengalaman baru untuk teori perang dalam kota.

Seperti pada kasus dimulainya penyerangan dalam kota, para prajurit akan menghadapi situasi peperangan dalam kegelapan. Karena secara logika, taktik gerilya musuh akan makin sukses dalam kondisi ini.

“Dengan beberapa program diorama kami mengenai berbagai kota didunia, kami akan cepat mengerti bagaimana menghadapi kasus serupa penggelapan di dalam kota,” tambah Jim. “Banyak hal bisa saja terjadi, namun kami mencari akibat paling minimal dari peperangan jenis dalam kota ini.”

Program ini sendiri sebenarnya berada di bawah kerjasama dengan penyedia perangkat lunak berbasis Linux. Dengan bantuan Pusat Komputer Maui, diorama peperangan kemudian dibuat di front latihan perang negara bagian Ohio.

Ribuan data gedung-gedung dan bagian kota didunia pun kemudian diunduh pada program tersebut. Sehingga para prajurit dapat melakukan perencanaan terlebih dahulu sebelum menyerang sebuah kota.

Namun secara realitas, para penyelenggara pelatihan ini masih menganggap cara ini tak jauh dengan model simulator pada latihan pilot kapal udara. “Kami masih menghadapi berbagai masalah, seperti membedakan mana orang sipil atau prajurit musuh yang sedang bergerilya,” ujar Dan Davis, programmer dari Universitas California yang turut membantu pembuatan sistem ini.

Tapi secara garis besar, upaya ini cukup dihargai banyak pihak. Mengingat semakin banyak tentara yang harus meregang nyawa, ketika harus menghadapi kejadian perang dalam kota saat ini.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s