3D Permudah Identifikasi Fosil

Kalangan ilmuwan arkeologi kini bisa tersenyum agak lebar, lantaran baru-baru ini pemerhati iptek digital berhasil membuat piranti lunak untuk mengimajinasikan bentuk fosil dalam gambaran tiga dimensi.

Dahulu banyak kalangan arkeologi harus merasa teramat sayang, bila mereka harus memecahkan sebuah fosil yang tertutup batu seluruhnya. Bukan apa-apa, karena itu berarti juga memberikan potensi kerusakan lebih banyak pada badan fosil. Karena manusia yang melakukan pembelahan pada batu, sangat mungkin melakukan kesalahan.

Kini dengan teknik bernama Synchrothron-radiation X-ray Tomography, kalangan sains mampu mendapatkan gambar tiga dimensi fosil yang mereka temukan. Bahkan hebatnya teknik baru ini bisa menembus fosil telur yang telah membatu, dan memberikan gambaran seperti apa bentuk embrio fosil purba tersebut.

Seperti pada kasus fosil embrio bernama Pseudooides dan Merkuria, yang disinyalir berusia 500 juta tahun lalu. Tim ilmuwan berhasil memetakan bagaimana bentuk embrio dalam telur fosil yang ditemukan di China dan Siberia tersebut.

“Dengan adanya teknologi ini, paling tidak kini kami tak perlu terlalu mengira-ngira bagaimana sebenarnya isi dalam telur fosil tersebut,” ujar Phil Donoghue, kepala peneliti dari Universitas Bristol di Inggris, yang ucapannya di kutip di situs Livescience.com.

Sebelumnya menurut penjelasan Donoghue, fosil harus diambil didataran keras batuan. Serta harus menyingkirkan paling tidak 12 metrik ton batuan di sekelilingnya. “Perlu waktu enam tahun untuk memisahkan mana yang batuan dan telur fosil,” paparnya.

Kemudian masalah bertambah rumit, ketika mereka ingin melihat apa isi fosil telur yang ditemukan. Barulah setelah ditemukan teknologi baru ini, mereka bisa meraba bagaimana sebenarnya bentuk embrio fosil tersebut.

Dengan teknologi 3D ini juga, para ilmuwan kini bisa melihat dengan jelas bagaimana sebenarnya bentuk internal anatomi dari embrio purba. Bentuk-bentuk umum seperti anus dan mulut, dapat segera terdeteksi pada fosil purba Markuelia. Sementara pada jenis Pseudooides banyak bentuk-bantuk tubuh baru, yang sulit ditemukan pada satwa masa kini.

Detail dari prakiraan bentuk 3D beberapa fosil tersebut kini diumumkan pada Jurnal Nature edisi 9 Agustus 2006 lalu.

CLSM

Sementara itu di kesempatan lain, beberapa ahli gambar 3D juga berhasil membuat gambaran tentang fosil yang mereka temukan, dengan menggunakan metode lain. Kali ini teknik yang digunakan menggunakan Confocal Laser Scanning Microscopy (CLSM) dan Raman Spectroscopy. Disinyalir dengan dua teknologi tersebut, para peneliti kin mampu juga melihat apa fosil dalam batuan.

Penelitian itu sendiri dipimpin oleh ahli paleobiologi dari Universitas California, J. William Schopf. Temuan Schopf itu sendiri sebenarnya telah dipublikasikan secara luas dalam jurnal Astrobiology bulan Januari lalu.

“Sekarang kita dapat melihat secara tiga dimensi, apa yang ada di dalam bebatuan. Bahkan renik-renik filamen miskroskopik dapat terlihat pula,” urai Schopf, pada kesempatan berbeda. “Terakhir kami telah melihat unsur kimia dan morfologi beberapa fosil, dan dat mengkomparasikannya dnegan organisme modern saat ini,” paparnya senang.

Metode penggunaan sinar untuk memperkirakan bentuk fosil itu sendiri dijelaskan oleh Andrew Czaja, dari UCLA sebagai pemanfaatan unsur karbon yang mampu menangkap flourescent. “Metode tersebut membuktikan bahwa fosil-fosil itu kini banyak terdiri dari karbon, dimana banyak organisme juga terdiri dari zat tersebut,” urainya. “Dan sekarang kita dapat melihat kalau ternyata karbon dapat juga disingkronkan dengan pertumbuhan morfologi,” paparnya.

Teknik terakhir ini sendiri memanfaatkan laser sebagai penyebar sinar. Karbon yang ada di dalam fosil akan bereaksi, dengan mengeluarkan sinar. Dengan merekam semua garis sinar yang dikeluarkan flourescent, akan tergambar bagaimana rupa fosil dalam bentuk dua dimensi. Setelah itu baru komputer memperluas khasanah bentuk fosil dengan meregenerasikannya dalam bentuk tiga dimensi.

Enaknya dengan aplikasi ini, bentuk fosil dapat dilihat dari berbagai sisi. Dan bisa memberikan penjelasan yang komprehensif mengenai kehidupan fosil tersebut secara morfologi pada jamannya.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s