Penyebab TingginyaTimbel di Serpong Tak Jelas

Jakarta – Penyebab tingginya angka kadar darah tercemar timbel (Pb) yang dialami siswa Sekolah Dasar (SD) di Kabupaten Tangerang baru-baru ini, tidak bisa dipastikan secara sembarangan. “Sebab perlu penelitian-penelitian lanjutan untuk mengetahui secara pasti apa penyebab dari tingginya kadar timbel yang di derita anak-anak tersebut,” ujar Budi Haryanto, Ketua Jurusan Ilmu Kesehatan Lingkungan FKM UI, yang dihubungi Kamis (28/7/2005) malam tadi.

Menurutnya sumber penyebab tingginya timbel didaerah tersebut bisa dari berbagai sebab. Namun yang jelas menurut pendapatnya timbel merupakan logam berat yang sifatnya lunak. Dan itu bisa terdapat selain dari asap knalpot kendaraan, juga bisa berasal dari bahan-bahan sejenis aki, batere atau kabel-kabel listrik. “Jadi kalau ada asumsi kemungkinan sumber pencemaran tersebut berasal dari reaktor nuklir yang berada di Pusat Penelitian Ilmu Pengetahuan (Puspitek) Serpong, harus pula dicermati,” ucap Budi. “Pihak puspitek seharusnya melihat kembali, apakah komponen-komponen yang mereka gunakan dalam menjalankan proses penelitian nuklirnya mengandung bahan-bahan tersebut. Kalau iya, berarti mungkin saja timbel itu berasal dari sana, ” tambahnya.

Selain itu Budi juga mengingatkan kemungkinan sumber pencemar timbel yang lain. Seperti misalnya dari berbagai industri yang ada disana. Karena banyak penelitianmenyebutkan bahwa timbel sebenarnya terkandung di dalam udara. “Industri seperti pabrik pembuat aki, juga harus diperhatikan. Karena perlu diketahui aki merupakan bahan paling berpengaruh yang dapat menimbulkan tingginya angka timbel suatu daerah,” ujar Budi lagi.

Asumsi sumber pencemar timbel dari industri menurut budi lebih besar kemungkinannya. Karena sepengetahuannya, didaerah tersebut memang banyak terdapat industri rumahan yang sulit dikatakan memiliki proses produksi yang ramah lingkungan. Sedangkan kemungkinan penyebab tingginya timbel dari asap yang dikeluarkan pebrik besar, menurutnya tidak signifikan. “Karena kebanyakan asap yang dikeluarkan industri besar, minim menghasilkan timbel.”

Namun yang jelas menurutnya hal ini terjadi disebabkan adanya buangan debu mengandung timbel secara spartan dan dalam jumlah besar. Hingga kini menurut penelitian terakhir yang mereka lakukan, sebesar 28 persen anak SD disana dinyatakan memiliki kadar timbel dalam darah yang melewati ambang batas. “Rata-rata mereka memiliki kadar timbel dalam darah mencapai 10 mikrogram perdesiliter. Yang berarti sudah berada diatas ambang batas kadar timbel dalam darah yang selayaknya dimiliki anak-anak tersebut.”

Hingga kini dapat dipastikan satu dari tiga dari anak-anak tersebut dapat dipastikan mengidap timbel berlebih. Hal ini menurutnya merupakan hal yang tidak bisa diremehkan. Karena akan merugikan anak-anak tersebut nantinya. Seperti kemungkinan penurunan kemampuan otak. “Kalau dalam hitungan IQ bisa turun hingga lima point,” tambah Budi. Sedangkan secara fisik, seorang anak yang mengidap timbel berlebih akan mengakibatkan terlambatnya pertumbuhan badan. (sulung prasetyo)

 
     
   
 

 

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s