Pemerintah Lanjutkan MDGs dengan SDGs

Masih banyaknya tujuan Millenium Development Goals (MDGs) yang belum tercapai, menjadi salahsatu pertimbangan dilanjutkannya program tersebut dimasa mendatang. Sustainable Development Goals (SDGs) diharapkan menjadi langkah berikut, setelah MDGs dianggap selesai tahun 2015 nanti.

“Keikutsertaan Indonesia sangat strategis mengingat pentingnya agenda tersebut sebagai acuan pembangunan dunia pada masa mendatang,” ujar Emil Salim, pakar ekonomi dan lingkungan, mengenai hal ini di Jakarta, Kamis (14/3/2013).
Menurutnya, Presiden RI pernah mengemukakan tiga alternatif, pertama saran agar tetap meneruskan MDGs, karena masih banyak program-program yang belum tercapai. Kedua, masih program yang lama, tetapi ada sesuatu yang perlu dimasukkan, semacam alternatif, dan ketiga adalah program baru.
Menteri Riset dan Teknologi (Menristek), Gusti M Hatta menyikapi hal tersebut menyatakan pemerintah Indonesia telah mempersiapan hal tersebut dengan membentuk suatu Komite Nasional yang diketuai Kepala Unit Kerja Presiden Bidang Pengawasan dan Pengendalian Pembangunan (UKP4), Kuntoro Mangkusubroto.
“Kuntoro sudah membuat konsep dan mempertemukan para ahli, nanti kita mencoba memberikan masukan dalam hal bagaimana pengarus-utamaan iptek, sehingga bisa mendukung SDGs yang akan datang,” kata Menristek pada pertemuan bertajuk konsultasi nasional pengarus-utamaan Ilmu Pengetahuan, Teknologi dan Inovasi dalam Agenda Pembangunan Pasca-2015.
Masukan dari hasil konsultasi nasional ini direncanakan akan disampaikan pada pertemuan keempat High Level Panel of Eminent Persons (HLPEP) di Bali, 27-24 Maret 2013.
Menristek berharap agar konsultasi nasional tersebut dapat mempertimbangkan pengembangan iptek tersebut pada masa-masa mendatang. “Pengarus-utamaan iptek dan inovasi dalam Agenda Pembangunan Pasca-2015 merupakan hal yang sangat penting, karena kesejahteraan umat manusia yang langgeng hanya bisa disandarkan pada ekonomi yang berbasis pengetahuan dengan sepenuhnya memanfaatkan iptek dan inovasi,” katanya.
Gusti juga memaparkan kalau banyak masalah yang dihadapi masyarakat saat ini, dapat diselesaikan dengan iptek. Seperti di Pantai Pandan Simo, Yogyakarta, sewaktu Menristek mengunjungi tempat tersebut, para nelayan cukup banyak menangkap ikan, tapi karena tidak ada es batunya, sehingga mereka tidak sempat mengawetkan ikan, sampai hanya separuh saja yang bisa dijual, sehingga pendapatannya terbatas.
Kemudian, untuk membantu para nelayan tersebut, karena tidak ada energi maka disana dibangunlah energi dari angin Pembangkit Listrik Tenaga Bayu atau PLTB, dan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS).
“Setelah dibangun PLTS dan PLTB tersebut akhirnya mereka bisa dibuatkan es batu, dan ikannya pun tertolong bisa dijual semua, dan akhirnya pendapatannya bertambah.”
Sentuhan teknologi seperti itu, membuat banyak hal yang bisa kita selesaikan, tekannya. “Penduduk di kampung tersebut juga diberikan latihan bagaimana caranya merawat PLTS dan PLTB tersebut, sehingga awet,” ucap Gusti.

Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono bersama PM Inggris David Cameron, dan Presiden Liberia Ellen Johnson Sirleaf dipercaya oleh PBB untuk menyiapkan konsep Agenda Pembangunan Pasca 2015 atau Sustainable Development Goals (SDGs) setelah Millenium Development Goals (MDGs) akan berakhir pada 2015.

About these ads

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s